Atasi Kebakaran B3 di Pabrik Tekstil, Petugas Berhasil Padamkan di Tengah Kondisi Banjir
Kabupaten Bandung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung berhasil menangani peristiwa kebakaran di sebuah pabrik tekstil yang berlokasi di Jl. Cilampeni Km 7, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis malam, 4 Desember 2025.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.41 WIB dan pertama kali diterima oleh Command Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung melalui sistem APAR (Aplikasi Pengendali Kebakaran dan Kedaruratan). Pelapor diketahui merupakan pemilik pabrik. Menurut informasi awal dari pelapor, asap tiba-tiba muncul di area gudang penyimpanan obat-obat tekstil yang terendam banjir. Sebelumnya hujan dan cuaca ekstrem memang terjadi di wilayah Kecamatan Katapang sejak siang dan menyebabkan tanggul Sungai Citarum Sektor 7 jebol. Kejadian ini mengakibatkan banjir terjadi di hampir seluruh wilayah Kecamatan Katapang, khususnya Desa Cilampeni.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengerahkan 4 unit dari Pos Damkar Sektor TKI, Mako Soreang, dan Rescue Ciparay. Diperlukan waktu 33 menit untuk petugas mencapai titik api. Hal tersebut dikarenakan akses jalan menuju pabrik tergenang banjir dengan ketinggian hampir sepinggang orang dewasa.
“Unit tidak bisa kami bawa ke titik lokasi, karena banjirnya tinggi, ya. Bisa dilihat hampir sepinggang ini,” ucap Tatang Suppriatna yang akrab disapa Bejo dan merupakan Komandan Regu pada operasi pemadaman tersebut.
Akhirnya petugas berjalan di tengah banjir menuju lokasi kebakaran beserta jajaran samping lainnya. Seluruh jajaran yang terlibat terdiri dari: Kepolisian, PLN, keamanan dan karyawan pabrik bekerja secara terpadu sejak malam hingga dini hari.
Penanganan awal dilakukan secara manual dengan cara memadamkan api yang telah muncul memanfaatkan air banjir di sekitar pabrik.
“Kami pakai SCBA tadi (Self Contained Breathing Aparatus) karena ada unsur B3 (Bahan Berbahaya Beracun) berupa asap pekat dan muncul api. Pemadaman tadi dilakukan manual untuk memadamkan dulu api. Karyawan mengamankan bahan obat-obatan kimia ke lokasi yang tidak tergenang bajir. Saat banjir sudah surut, unit kita masuk, baru memadamkan penuh hingga ke titik asap yang muncul.” Bejo memaparkan bagaimana tindakan petugas di lapangan dalam upaya memadamkan di tengah situasi banjir.
Titik lokasi objek yang terbakar adalah area gudang obat di dalam kompleks pabrik dengan luas area terdampak sekitar 50 m2. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, penyebab kebakaran diduga akibat bahan kimia yang bercampur dengan air, sehingga memicu reaksi dan menimbulkan api.
Setelah proses penanganan selama kurang lebih 348 menit, api dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat dini hari, 5 Desember 2025, sekitar pukul 04.03 WIB. Dalam peristiwa ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kerugian materi belum dapat dikonfirmasi oleh pihak pabrik. Kondisi sekitar lokasi kejadian juga berhasil diamankan sehingga tidak mengganggu pemukiman warga di sekitar pabrik.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung mengimbau kepada seluruh pelaku industri agar lebih memperhatikan standar keselamatan kerja, khususnya dalam penyimpanan dan penanganan bahan kimia, guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.